Takaran molase yang tepat adalah kunci keberhasilan fermentasi pakan ternak. Terlalu sedikit, fermentasi berjalan lambat dan kurang optimal. Terlalu banyak, justru bisa memicu fermentasi yang tidak sehat akibat kelembapan berlebih. Berikut panduan takaran yang umum dipakai di lapangan.
Takaran Berdasarkan Jenis Fermentasi
| Jenis Pakan Fermentasi | Takaran Molase (dari total berat bahan) |
|---|---|
| Silase hijauan segar (rumput gajah, tebon jagung) | 3–5% |
| Fermentasi jerami kering (amoniasi/fermentasi basah) | 2–4% |
| Fermentasi pakan konsentrat/pelet | 2–3% |
| Air minum unggas (kondisi stres panas) | 10–20 ml per liter air |
Cara Aplikasi yang Benar
- Timbang bahan pakan dan hitung kebutuhan molase sesuai persentase pada tabel di atas.
- Larutkan molase (jika perlu) dengan sedikit air agar lebih mudah disebar merata — khusus untuk bahan kering seperti jerami.
- Siramkan/semprotkan secara merata ke seluruh bahan, aduk hingga tercampur rata.
- Padatkan ke wadah fermentasi (silo, drum, atau kantong kedap udara) untuk hasil optimal.
Jangan menambahkan molase secara berlebihan dengan asumsi "semakin banyak semakin bagus" — kelebihan gula justru bisa memicu fermentasi tidak seimbang dan pembusukan. Ikuti takaran yang direkomendasikan dan sesuaikan bertahap berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.
Pengaruh Takaran Terhadap Bobot Ternak
Pakan fermentasi dengan takaran molase yang tepat menghasilkan pakan yang lebih disukai ternak (palatabilitas tinggi) dan lebih mudah dicerna — dua faktor ini secara langsung mendukung pencapaian pertambahan bobot badan harian (ADG) yang lebih maksimal.