Salah satu kesalahan umum peternakan skala besar adalah membeli molase tanpa perhitungan matang — akibatnya bisa kekurangan stok di tengah proses fermentasi, atau justru kelebihan stok yang mengendap lama di gudang. Berikut cara sederhana menghitung kebutuhan tetes tebu sesuai skala peternakan Anda.

Rumus Dasar Perhitungan

Kebutuhan molase umumnya dihitung berdasarkan persentase dari total berat bahan pakan yang akan difermentasi. Rumus sederhananya:

Rumus

Kebutuhan Molase (kg) = Total Berat Bahan Pakan (kg) × Persentase Molase (%)

Contoh: untuk silase, persentase molase yang umum dipakai berkisar 3–5% dari total berat bahan hijauan/jerami.

Contoh Perhitungan Skala Komersial

Misalkan sebuah peternakan akan membuat silase dari 5 ton (5.000 kg) rumput gajah, dengan target penggunaan molase 4% dari total berat:

  • Kebutuhan molase = 5.000 kg × 4% = 200 kg molase

Dengan kemasan drum 200 liter (setara sekitar 260–280 kg molase kental), satu drum kurang lebih cukup untuk kebutuhan silase 5 ton hijauan tersebut.

Faktor yang Memengaruhi Perhitungan

  • Jenis bahan pakan: hijauan segar vs jerami kering butuh persentase molase yang sedikit berbeda karena kadar air bahan dasarnya juga berbeda.
  • Kadar Brix molase: molase dengan Brix lebih tinggi memberi konsentrasi gula lebih besar per kg, sehingga kadang cukup dipakai dalam jumlah sedikit lebih kecil dibanding molase Brix rendah.
  • Skala produksi rutin: untuk kebutuhan bulanan tetap, hitung total kebutuhan per bulan lalu diskusikan skema kontrak pasokan rutin dengan distributor agar harga lebih efisien.

Tips Praktis untuk Peternakan Komersial

Selalu sisakan buffer stok sekitar 10-15% dari perhitungan awal untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga atau keterlambatan pengiriman — terutama kalau lokasi peternakan cukup jauh dari gudang distributor.