Salah satu tantangan terbesar peternak adalah menjaga nafsu makan ternak tetap stabil, terutama saat pakan hijauan berkualitas rendah atau saat cuaca ekstrem. Molase tetes tebu murni jadi solusi populer karena rasa manisnya secara alami meningkatkan palatabilitas (tingkat kesukaan) ternak terhadap pakan.

Kenapa Ternak Lebih Lahap dengan Molase?

Ternak, terutama ruminansia seperti sapi dan kambing, secara alami menyukai rasa manis. Molase membuat pakan hijauan atau konsentrat yang tadinya kurang menarik jadi lebih disukai, sehingga konsumsi pakan harian meningkat — yang pada akhirnya mendukung pertambahan bobot badan.

Cara Mencampur di Bak Pakan

  • Pakan hijauan/jerami kering: semprotkan atau siramkan molase secara merata ke pakan, umumnya sekitar 1–2 liter molase per 100 kg bahan pakan, lalu aduk rata sebelum diberikan.
  • Pakan konsentrat/pelet: molase juga bisa dipakai sebagai bahan pengikat (binder) alami, dicampur secukupnya agar tekstur pelet tidak mudah hancur.
  • Air minum (khusus unggas): molase bisa dilarutkan dalam air minum dalam jumlah kecil sebagai sumber energi cepat, terutama saat cuaca panas atau kondisi stres.
Tips Praktis

Selalu mulai dengan takaran kecil dan amati respons ternak selama beberapa hari pertama sebelum menaikkan dosis. Setiap jenis ternak dan kondisi pakan dasar bisa punya kebutuhan yang sedikit berbeda.

Kualitas Molase Menentukan Hasil

Manfaat di atas hanya optimal kalau molase yang digunakan benar-benar murni dengan Brix tinggi. Molase yang sudah diencerkan tidak hanya kurang manis (sehingga kurang efektif menaikkan palatabilitas), tapi juga menambah kadar air ke pakan yang bisa memicu jamur atau pembusukan kalau disimpan terlalu lama.