Kotoran hewan (kohe) dari sapi dan kambing sering dianggap limbah, padahal bisa diolah menjadi pupuk bokashi bernilai ekonomis. Molase berperan sebagai aktivator yang mempercepat fermentasi sekaligus menekan bau menyengat khas kohe segar.

Apa Itu Bokashi?

Bokashi adalah pupuk organik padat hasil fermentasi bahan organik (termasuk kohe) dengan bantuan mikroorganisme dan aktivator seperti molase. Berbeda dengan kompos biasa yang butuh waktu lama, bokashi memanfaatkan fermentasi terkontrol yang jauh lebih cepat.

Bahan yang Dibutuhkan

  • Kotoran sapi/kambing (kering angin, tidak terlalu basah)
  • Sekam padi atau serbuk gergaji sebagai bahan campuran
  • Molase tetes tebu murni sebagai aktivator
  • Dekomposer/EM4 (opsional, mempercepat proses)
  • Air secukupnya

Langkah Pembuatan

  1. Campurkan kohe dengan sekam/serbuk gergaji dengan perbandingan sekitar 3:1.
  2. Larutkan molase dan dekomposer ke dalam air, siramkan merata ke campuran bahan.
  3. Aduk hingga kelembapan campuran cukup (tidak becek, tidak terlalu kering — kepalan tangan yang tidak meneteskan air adalah patokan umum).
  4. Tutup dengan terpal/plastik, biarkan fermentasi selama 1-2 minggu.
  5. Bolak-balik campuran setiap beberapa hari untuk menjaga aerasi dan mempercepat proses merata.
Ciri Bokashi Matang

Bokashi yang berhasil bertekstur remah (tidak menggumpal), berwarna coklat kehitaman, dan tidak berbau menyengat — biasanya beraroma tanah segar. Jika masih berbau tajam, fermentasi mungkin belum sempurna atau kelembapan campuran kurang tepat.

Untuk hasil fermentasi yang lebih cepat dan konsisten, gunakan molase murni Brix tinggi — lihat spesifikasi produk kami. Metode serupa juga bisa diterapkan untuk pengomposan TKKS sawit dengan prinsip yang sama.